Selasa, 01 Mei 2012

TULISAN BAB 5 & 6


SATU JAM AKU

Bercermin aku kaca kusam
berdiri aku mencari pendirian
berjalan aku ingatkan kenangan
berharap semua kan terulang
kelak hidup ku kan tersenyum riang..

Namun semua telah berakhir
aku telah sampai pada ujung kehidupan
satu jam aku
darah masih tetap mengalir

Satu jam aku
desah nafas yang masih terdengar
hanya ada aku di ruang sepi ini
menunggu mereka yang kan mengantarkan..
selamat tinggal dunia mimpi
dan selamat datang dunia nyata
doa kan ku demi kebaikan....

TULISAN BAB 3 & 4


TANAH AIRKU

Angin berdesir dipantai
Burung berkicau dengan merdu 
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah aku menutup mata
Oh..... tanah airku tercinta
Indonesia jaya.....

TULISAN BAB 1 & 2



INDONESIAKU KINI

Negaraku cinta Indonesia  
Nasibmu kini menderita  
Rakyatmu kini sengsara  
Pemimpin yang tidak bijaksana  
Apakah pantas memimpin negara   
yang aman sentosa

Oh Indonesia tumpah darahku  
Apakah belum terbit,  
Seorang pemimpin yang kita cari 
Apakah rasa kepemimpinan itu   
masih disimpan di nurani
Tertinggal di lubuk hati  
Tak dibawa sekarang ini  

Rakyat membutuhkanmu
Seorang Khalifatur Rasyidin 
Yang setia dalam memimpin
Menyantuni fakir miskin
Mengasihani anak yatim

Kami mengharapkan pemimpin  
yang soleh dan solehah
Pengganti tugas Rasulullah
Sebagai seorang pemimpin ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah

Andaikan kutemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin agama
Seorang pemimpin  Indonesia

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


PENDAPAT SAYA TENTANG TANGGUNG JAWAB

Pengertian tanggung jawab memang seringkali terasa sulit untuk menerangkannya dengan tepat. Adakalanya tanggung jawab dikaitkan dengan keharusan untuk berbuat sesuatu, atau kadang-kadang
dihubungkan dengan kesedihan untuk menerima konsekuensi dari suatu perbuatan. Banyaknya bentuk tanggung jawab ini menyebabkan terasa sulit merumuskannya dalam bentuk kata-kata yang sederhana dan mudah
dimengerti. Tetapi kalau kita amati lebih jauh, pengertian tanggung jawab selalu berkisar pada kesadaran untuk melakukan, kesediaan  untuk melakukan, dan kemampuan untuk melakukan.Dalam kebudayaan kita, umumnya "tanggung jawab" diartikan sebagai keharusan untuk "menanggung" dan "menjawab" dalam pengertian lain yaitu suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan oleh perilaku seseorang dalam rangka menjawab suatu persoalan. Pada umumnya banyak keluarga berharap dapat mengajarkan tanggung jawab dengan memberikan tugas-tugas kecil kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Dan sebagai orangtua tentunya kita pun berkeinginan untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak. Tuntutan yang teguh bahwa anak harus setia melakukan tugas-tugas kecil itu, memang menimbulkan ketaatan. Namun demikian bersamaan dengan itu bisa juga timbul suatu pengaruh yang tidak kita inginkan bagi pembentukan watak anak, karena pada dasarnya rasa tanggung jawab bukanlah hal yang dapat diletakkan pada seseorang dari luar, rasa tanggung jawab tumbuh dari dalam, mendapatkan pengarahan dan pemupukan dari sistem nilai yang kita dapati dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Rasa tanggung jawab yang tidak bertumpuk pada nilai-nilai positif, adakalanya dapat berubah menjadi sesuatu yang asosial.